Kategori: Publikasi
Berikut Merupakan Publikasi Terbaru Dari PGRI Bantul, Pantau Terus Untuk Update Terbaru Kami.
Publikasi
Puluhan Kepala Sekolah TK Ikuti Bimtek Peningkatan Kompetensi
Peningkatan kompetensi kepala sekolah merupakan bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Pra sekolah dalam hal ini Taman Kanak-kanak perlu senantiasa ditingkatkan guna menumbuhkan karakter unggul sejak dini. Mengikapi pentingnya hal tersebut, PGRI Cabang Sewon menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah TK Se-Kapanewon Sewon. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, 25 Mei 2026 di Gedung Balai Pendidikan Menengah. Kegiatan ini melibatkan 41 Kepala Sekolah Tk Se-Kapanewon Sewon. Sebagai Ketua PGRI Cabang Bantul, Totok Sudarto, M.Pd. membuka acara dengan mengingatkan guru akan pentingnya membangun karakter peserta didik. Sebagai narasumber, Sulis Setyowati, S.Pd., M.Psi. memaparkan mengenai Panduan Praktiks PAUD Bermutu 2026-2027. Panduan ini merupakan bagian dari usulan guru TK di Kabupaten Bantul. Di dalamnya terdapat 8 bab yang memuat Membangun Pondasi Budi Pekerti Anak Usia Dini di Era Digital, Manajemen Kelas dan Budaya Positif di PAUD, Mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka, Literasi dan Numerasi Bermakna di PAUD, STEAM dalam Pembelajaran untuk Anak Usia Dini, Coding dan Computational Thinking untuk Anak Usia Dini, Asesmen Autentik untuk Pembelajar Bermakna, serta Supervisi Akademik dan Pengembangan Profesional Guru. Panduan ]dalam tahap uji kelayakan dan akan diupayakan untuk dapat segera digunakan oleh guru pra sekolah dasar. Melalui buku praktis ini diharapkan mampu membantu guru dalam membangun karakter, nalar kritis, dan literasi bermakna. Ke depannya, PGRI Sewon akan menyelenggarakan kembali ruang belajar bagi guru di wilayah Kapanewon Sewon. Tentunya dengan tema yang tidak hanya menarik tapi juga bermanfaat untuk guru. Mari berkembang Bersama demi majunya Pendidikan Indonesia. Penulis : Nuray A Nurchayat
Baca Selengkapnya
Publikasi
PGRI MENGADAKAN SYAWALAN
Syawalan adalah tradisi masyarakat Muslim di Indonesia yang dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri, tepatnya pada bulan Syawal.Secara umum, Syawalan merupakan momen untuk:Bersilaturahmi (berkunjung ke keluarga, tetangga, atau kerabat)Saling memaafkan setelah IdulfitriMengadakan acara bersama seperti kenduri atau halal bihalalDi beberapa daerah, Syawalan memiliki bentuk khas. Misalnya di Yogyakarta, ada tradisi Grebeg Syawal, yaitu kirab gunungan hasil bumi dari Keraton sebagai simbol rasa syukur. Sementara di daerah lain, Syawalan sering dirayakan dengan acara makan bersama atau pertemuan komunitas.Jadi, Syawalan bukan sekadar perayaan, tetapi juga bagian dari budaya yang mempererat hubungan sosial setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Baca Selengkapnya